“AHLAN WA SAHLAN PEJUANG MUDA FASILKOM UI 2007”. Demikian kalimat penyambutan yang tertulis pada sebuah spanduk yang ditujukan kepada Mahasiswa Baru atau biasa kita dengar dengan istilah Maba. Momen seperti ini memang sudah menjadi agenda rutin tahunan sekaligus menjadi tanda bahwa masa perkuliahan akan segera datang. Perasaan haru bangga bahagia atau bahkan kecewa dari setiap orang turut mewarnai momen ini. Bagi Maba sebagian mungkin merasa bangga karena kerja keras dan doanya selama di SMA membuahkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkannya sedangkan sebagian lainnya mungkin merasa kecewa karena dia diterima di Fakultas yang bukan pilihan pertamanya. Perasaan seperti itu pun berlaku untuk mahasiswa lama yang sudah lebih dahulu “berjuang” di Fasilkom. Sebagian merasa gembira sekaligus bangga karena berhasil melewati semester genap dengan lancar lulus dengan predikat sangat memuaskan dan masih banyak alasan lainnya. Namun sebagian lainnya merasa kecewa karena mungkin nilai yang kurang memuaskan atau merasa kehilangan waktu liburan karena disibukkan oleh beraneka ragam kegiatan di kampus.
Satu pertanyaan yang patut kita pertanyakan adalah “Sudahkah kita bersyukur atas apa yang kita dapatkan sampai saat ini??”. Mungkin pertanyaan tersebut terdengar sangat sederhana namun sangat besar makna yang terkandung dibaliknya. Bersyukur bisa berarti mengingat setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Allah telah melipatkan nikmat-Nya untuk kita dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. Seperti yang Allah firmankan dalam surat Ibrahim “Jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya” (QS. Ibrahim:34). Diterimanya di universitas favorit memiliki Indeks Prestasi yang memuaskan memiliki kesehatan badan untuk menghadapi awal kuliah bertemu kembali dengan sahabat seperjuangan itu semua adalah nikmat pemberian Allah yang terkadang kita anggap sepele.
Secara teori bersyukur memang sederhana dan mudah melakukannya namun pada kenyataannya mewujudkan rasa syukur itu sangatlah sulit karena selain sebagian besar dari kita cenderung lebih memikirkan apa yang kita dapatkan ketimbang berpikir darimana kita mendapatkan dan siapa yang memberikannya bersyukur juga membutuhkan keikhlasan dalam penerapannya.
Lalu bagaimana jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan?? Bagaimana cara kita bersyukur sedangkan kita sendiri dalam keadaan kecewa baik itu karena tidak mendapatkan pilihan program studi pertama bagi Maba ataupun karena keadaan kuliah kita anggap tidak begitu baik?? Saudaraku begitu banyak obyek yang bisa kita jadikan alasan untuk bersyukur karena apa yang kita alami dari detik awal sampai detik akhir kehidupan kita nanti adalah pemberian Allah yang sudah sepantasnya kita syukuri (atau bahkan sebenarnya wajib).
Coba deh kita renungi dahulu sejenak apakah yang tidak kita dapatkan itu melebihi apa yang telah Allah berikan kepada kita?? Selalu berpikir positif adalah kuncinya. Lebih bijak jika kita mencari-cari dahulu kemungkinan-kemungkinan positif yang Allah rencanakan untuk kita. Sangat mungkin jika apa yang kita dapatkan sekarang adalah sesuatu yang sebenarnya terbaik untuk kita. Bisa juga kita merefleksikan diri apakah usaha dan doa kita sudah cukup untuk mendapatkan apa yang kita inginkan karena mungkin ada orang lain yang telah berusaha dan berdoa lebih keras dari kita dan mendapatkan apa yang sebenarnya kita inginkan. “
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah:216). Akan lebih baik jika kita mencari 1001 alasan untuk bersyukur terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk tidak mengungkapkan rasa syukur akibat kekecewaan tersebut. Terkadang penyesalan dan kekecewaan itu bisa membunuh rasa syukur loh..
Eits,,tapi jangan salah mengartikan mensyukuri nikmat dalam kondisi yang menurut kita mengecewakan itu sebagai wujud pasrah dan menyerah untuk mendapatkan hal yang kita inginkan ya!? Memiliki sebuah harapan dan impian sangatlah indah karena mungkin juga kan kalau kita berusaha sedikit lebih keras kita masih bisa mendapatkan impian kita itu. Tapi yang terpenting
“Jangan khawatir dengan apa yang belum kita dapatkan namun khawatirkan apa yang sudah kita dapatkan namun belum sempat kita syukuri”. Jadi apa lagi yang kita tunggu?? Mari kita bersyukur atas semua yang Allah berikan sampai detik ini lalu memulai yang baru dengan Basmallah....
Name: BeRLi Home: Bekasi. Indonesia About Me: Seseorang yang dilahirkan ke Dunia ini di Rumah Sakit Koja Jakarta bertahun-tahun Silam... Memulai kehidupannya yang berliku-liku di sebuah rumah di kawasan Tanjung Priuk.. Di Usia yang masih muda (6 tahun) dia beralih ke Bekasi meninggalkan kampung halaman tempat kelahirannya.. Hari demi hari dilaluinya dengan cucuran keringat dan darah rasa lelah,lapar dan haus.. Dua belas tahun berlalu dan dia kembali harus meninggalkan kota tempat dia dibesarkan. Sekarang dia terdampar disebuah pondok bernama "Lambang Biru" di suatu wilayah bernama Kober,Depok.. Hal itu dia lakukan untuk menambah ilmunya karena dia ditakdirkan untuk menjadi Mahasiswa Fasilkom UI 2006. Dan dengan harapan untuk bisa membahagiakan kedua orang tuanya kelak dia rela meninggalkan Kota Bekasi dan Keluarganya untuk menjalani kehidupannya yang keras. Sebagai seorang mahasiswa dan jugaa.... Sebagai Anak Kost...::The-End::.
Tidak layak jika seseorangMenghinakan dirinya Menganggap Ia mustahilmenjadi tokoh panutan ataupun bentuk pesimistis lainnyaBuruk sangka seseorang terhadap dirinyamenjadi penghalang terbesar untuk meraih martabat yang tinggiPasrah dengan kekerdilan dan menyengaja untuk membunuhpotensi yang telah Allah berikan padanya pandangan negatifmuterhadap dirimu sendiri menyebabkan kerendahanmudan pandangan positifmu terhadap dirimu sendiriMenjadi sebab kesuksesanmu MerendahlahKau akan seperti Bintang Berkilau dipandang orangJanganlah seperti asap yang mengangkat diriTinggi di langit Padahal dirinya rendah."
Ketahuilah bahwa sesungguhnyakemenangan itu bersama dengan kesabarankeleluasaan itu bersama dengan adanya kegelisahandan sesungguhnya bersama dengan kesulitan ituada kemudahan
Forex Groups - Tips on Trading
Related article:
http://berlizone.blogspot.com/2007/09/ketika-rasa-syukur-menemani-hari-mu.html
comments | Add comment | Report as Spam
|